Salah Satu Bola Mata Bocah 5 Tahun Ini Tiba-Tiba Aneh, Ternyata Penyebabnya Adalah Sering Kita Sepel
Seorang bocah 5 tahun, sebut saja namanya Andy, menangis meraung
terkejut melihat pemandangan di depannya begitu bangun dari tidur!
Ia
melihat pintu dan jendela di rumah telah menjadi ganda, sementara neneknya yang
mendengar tangisannya bergegas melihat cucunya, dan terkejut ketika melihat
bola mata cucunya miring samping, matanya nyaris terlihat putih semua.
Apa
gerangan yang terjadi sebenarnya?
Setelah
diperiksa di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Andy mengalami gejala strabismus.
Bagaimana ceitanya bocah yang baru berusia 5 tahun mengalami strabismus (mata
juling).
Ternyata, karena ayahnya Andy sibuk dengan pekerjaannya,
sehingga tidak sempat menemami anak-anak, akhirnya membelikan iPad, ponsel dan
perangkat elektronik terbaru lainnya untuk Andy.
Semenjak
usia 2 tahun, Andy telah menjadi salah satu komunitas Phubbing (istilah
tindakan acuh seseorang di dalam sebuah lingkungan karena lebih fokus pada
gadged dari pada membangun sebuah percakapan), hampir setiap hari menundukkan
kepala fokus pada produk elektroniknya.
Dokter
menuturkan, “Gejala strabismus anak-anak erat hubungannya dengan penggunaan
produk elektronik.”
Di
televisi berulang kali terdengar berita tentang produk elektronik yang
menyebabkan masalah pada mata anak-anak. tapi kenapa masalah terkait masih saja
sering terjadi?
Sebenarnya
salah salah faktor yang menyebabkan anak-anak menjadi komunitas Phubbing, adalah
kepala keluarga.
Anak-anak
tidak bisa apapun ketika lahir, kebiasaan-kebiasaan yang diketahuinya itu
terutama berasal dari orang tua, dan orang tua adalah obyek yang ditiru oleh
mereka.
Contoh
dari Andy ini bisa kita ketahui, bahwa pasangan orang tua anak ini tidak punya
waktu untuk menemani anaknya, kemudian mereka membelikan produk elektronik
untuknya, meskipun si anak menjadi tenang tidak merecoki orang tua lagi karena
asyik bermain dengan gadgetnya, tapi sebaiknya hati-hati jangan sampai berlebihan
menggunakan mata (menatap layar ponsel dalam waktu lama).
Aturan dalam penggunaan produk elektronik :
1.Posisi yang benar
Saat
mengutak-atik ponsel atau nonton TV, sebaiknya menjaga posisi tubuh yang benar.
Sebisa mungkin layarnya ditegakkan dan letakkan secara vertikal, sehingga mata
si bocah memandang layar secara datar, dan duduk dengan tegak.
Jangan
mengutak-atik produk elektronik dalam kondisi berbaring atau meringkuk di sofa.
2. Jaga kecerahan layar
Pilihlah
kecerahan layar yang sesuai. Jika bermain di rumah pada malam hari, sebaiknya
nyalakan lampu kamar, jangan mengutak-atik ponsel dalam kegelapan.
3. Tentukan batas waktu
Tentukan
jadwal bermain anak-anak, setiap hari dikontrol waktu bermainnya, setiap kali
bermain atau menatap/kontak layar jangan lebih dari 30 menit.
4. Tingkatkan minat belajar
Di
dalam ponsel banyak perangkat lunak yang cocok untuk pembelajaran anak-anak,
dapat meningkatkan secara drastis minat anak dalam belajar, misalnya belajar
tentang bilangan, lagu anak-anak, belajar keaksaraan semuanya ini dapat
dipelajari anak-anak di APP.
5. Menyaring berita
Pilih
animasi, game yang cocok untuk anak-anak,hilangkan materi yang tidak sehat bagi
anak-anak.
Sebenarnya,
bukan hanya anak-anak, orang-orang dewasa sekarang juga banyak yang dihinggapi
“penyakit” Phubbing, bermain bersama beberapa jam, imbasnya pada mata mungkin
dapat menyebabkan:
1. Kebutaan sementara
Ada
netizens yang menceritakan, bahwa setiap malam menjelang tidur ia selalu
membaca buku melalui ponselnya.
Suatu
malam ia mematikan lampu, kemudian membaca e-booknya sekitar 20 menit, dan
tiba-tiba mata kanannya mengalami kebutaan sementara, kurang lebih 10 menit
kemudian matanya kembali normal.
2. Atrofi Otak
Beberapa
hari yang lalu, seorang mahasiswa yang selama lebih dari dua tahun terbiasa
berkutat dengan ponselnya setiap malam jam 9 di atas ranjang, terus bermain
hingga jam 3 dini hari baru tidur.
Belakangan
ia mengalami insomnia, depresi, suka marah-marah, dan oleh dokter yang
memeriksanya ia didiagnosis mengidap gejala atrofi otak.
Dokter
menuturkan, “Mahasiswa itu tidak membatasi waktu mainnya dengan smartphone,
ditambah lagi malamnya yang merupakan waktunya otak beristirahat, adalah faktor
utama yang menyebabkan otaknya mengalami penyusutan.”
3. Kematian mendadak
Pada
2015 lalu, seorang ibu 27 tahun sepanjang hari asyik bermain dengan ponselnya,
keesokan paginya ia ditemukan tewas oleh anggota keluarga di rumah, bahkan saat
tewas matanya masih dalam keadaan menatap layar ponsel.
Dokter
mengatakan, “Ibu muda itu tewas karena kelelahan ekstrim akibat bermain ponsel
sepanjang malam, dan tiba-tiba penyakit jantungnya kumat lalu mati mendadak.”
Meskipun
iPad dan ponsel itu mengasyikkan, tapi jangan berlebihan menggunakan mata
(menatap lama layar ponsel), kembangkan kebiasaan baik, jangan menjadi salah
satu komunitas Phubbing, agar tidak terulang tragedi yang tak diinginkan!
Komentar
Posting Komentar